Nasional

Wapres Gibran Pastikan Pengobatan Siswa Diduga Keracunan MBG Ditanggung Pemerintah

Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka (tengah) didampingi Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution mengunjungi korban diduga keracunan MBG di Rumah Sakit Efarina Etaham Berastagi, Sumatera Utara/ANTARA

Desanesia– Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjenguk dua siswa yang masih menjalani perawatan setelah diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

Gibran mengunjungi kedua siswa tersebut di RS Efarina Etaham Berastagi dan RS Amanda Berastagi, Jumat (11/9). Kunjungan dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan para siswa sekaligus memastikan mereka mendapatkan penanganan medis secara optimal.

“Kedatangan saya kemari untuk memastikan anak bapak ibu bisa sembuh dan bersekolah kembali. Mendapatkan pelayanan kesehatan, dan obat-obatan terbaik,” kata Gibran saat berada di RS Efarina Etaham Berastagi, didampingi Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution.

Dalam kunjungannya, Gibran juga berdialog dengan keluarga pasien terkait kondisi dan kebutuhan perawatan. Ia memastikan seluruh biaya pengobatan siswa akan ditanggung pemerintah hingga dinyatakan pulih.

“Tolong ini nanti Pak Gubernur, biayanya kita tanggung semua,” ujar Gibran.

Gibran menambahkan, pemerintah juga siap memenuhi kebutuhan rujukan apabila kondisi pasien membutuhkan penanganan lebih lanjut. Rujukan dapat dilakukan ke rumah sakit di Medan maupun Jakarta sesuai kebutuhan medis.

“Tadi saya datangi satu-satu, apa saja yang diperlukan. Apakah butuh rujukan ke Jakarta atau Medan, semua pasti kami penuhi,” katanya.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, sebanyak 361 siswa dari SMA Negeri 1 Berastagi serta SMA dan SMK Swasta Bersama di Kabupaten Karo diduga mengalami keracunan massal setelah mengonsumsi menu MBG pada Kamis (13/8).

Ratusan siswa tersebut mendapat penanganan di empat rumah sakit dan satu klinik. Sebanyak 270 siswa menjalani rawat inap, sedangkan 89 lainnya menjalani rawat jalan. Dua siswa lainnya mendapat perawatan di rumah sakit di Medan.

Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution mengatakan pemerintah akan terus mendampingi para siswa selama proses pemulihan, termasuk memastikan kondisi kesehatan dan psikologis mereka.

“Proses pemulihan siswa ini tidak berhenti setelah mereka mendapatkan perawatan medis. Pemerintah tetap melakukan pendampingan untuk memastikan kondisi kesehatan, dan psikologis mereka terus membaik,” kata Bobby.

Pemerintah juga menginstruksikan jajaran Dinas Kesehatan Sumatera Utara dan perangkat daerah terkait untuk menindaklanjuti keluhan keluarga siswa serta memastikan proses pemulihan berjalan hingga para siswa dapat kembali beraktivitas dan mengikuti kegiatan belajar mengajar. [nfa]

Penulis

What's your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *