41,7 Kilometer SJUT Telah Terbangun, DKI Terus Kebut Penataan Utilitas

Desanesia – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meninjau langsung progres pembangunan Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Kamis, (10/9).
Peninjauan ini menegaskan komitmen Pemprov DKI Jakarta dalam mengakselerasi pembenahan infrastruktur perkotaan guna mengubah wajah ibu kota agar lebih rapi, aman, dan nyaman bagi warga.
Berdasarkan data Dinas Bina Marga DKI Jakarta, jaringan SJUT yang telah berhasil dibangun di lapangan saat ini telah mencapai 41,7 kilometer. Sejumlah ruas jalan prioritas, termasuk Jalan Dr. Supomo, ditargetkan rampung sepenuhnya pada Desember 2026 mendatang.
Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Heru Suwondo, menjelaskan bahwa proses konstruksi terus dikebut dengan tetap mengutamakan kelancaran mobilitas warga. Rekayasa lalu lintas serta sosialisasi intensif dilakukan secara berkala bersama Dinas Perhubungan guna meminimalisir dampak kemacetan di sekitar lokasi pekerjaan.
Percepatan pembangunan fisik ini didukung oleh payung hukum yang kuat melalui Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2025. Pemprov DKI menargetkan penurunan seluruh kabel udara ke dalam saluran bawah tanah dapat tuntas secara bertahap dalam kurun waktu lima tahun ke depan.
“Sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2025, kita telah mempunyai payung hukum yang kuat untuk menata kabel-kabel utilitas dari atas permukaan ke bawah tanah. Saya menargetkan dalam jangka waktu lima tahun ke depan, seluruh kabel udara di Jakarta dapat diturunkan sepenuhnya demi mengubah wajah ibu kota secara signifikan,” ujarnya.
Gubernur Pramono menekankan bahwa percepatan penataan turut ditempuh melalui strategi kolaboratif lewat program 5M, yang mencakup penggunaan SJUT, relokasi mandiri, pengikatan kabel, pemotongan kabel mati, hingga peninggian kabel yang menjuntai. Skema bisnis yang menjanjikan juga membuka pintu seluas-luasnya bagi partisipasi aktif badan usaha milik daerah dan sektor swasta.









