Daerah

Abu Anak Krakatau Capai Jakarta, Pramono Anung Imbau Warga Terapkan 5M

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung/ANTARA

Desanesia– Sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau mulai terpantau di sejumlah wilayah Jakarta. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengimbau masyarakat tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta membatasi aktivitas di luar ruangan.

Pramono mengatakan Gunung Anak Krakatau saat ini berada pada Level III atau Siaga. Ia meminta masyarakat Jakarta yang berada di wilayah terdampak abu vulkanik untuk mengikuti langkah perlindungan guna mengurangi risiko paparan abu.

“Khususnya kepada masyarakat Jakarta, saya mengimbau untuk tetap tenang dan waspada. Saat ini, Gunung Anak Krakatau berada pada level 3 atau siaga,” kata Pramono melalui video yang diunggah di akun Instagramnya, Minggu (6/9).

Pramono mengingatkan warga untuk menerapkan langkah 5M apabila wilayah tempat tinggal mereka mulai terdampak abu vulkanik. Langkah tersebut meliputi memakai masker, menutup pintu, jendela dan sumber air, membatasi aktivitas di luar ruangan, serta membersihkan abu setelah terlebih dahulu membasahinya.

“Bila wilayahnya mulai terdampak abu vulkanik, lakukan 5M. Memakai masker, menutup pintu, jendela, serta sumber air. Membatasi aktivitas di luar ruangan. Membersihkan abu dengan membasahi terlebih dahulu,” ujarnya.

Ia juga meminta masyarakat memperoleh informasi terkait perkembangan erupsi hanya melalui kanal resmi pemerintah. Warga diimbau tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi untuk mencegah munculnya kepanikan di tengah masyarakat.

“Mari bersama-sama jaga Jakarta dengan menjaga diri kita dari abu vulkanik,” kata Pramono.

Sebelumnya, BMKG melaporkan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau berdasarkan informasi PVMBG, Volcanic Ash Advisory Center (VAAC) Darwin, serta hasil analisis citra satelit Himawari-9.

Dalam pemantauan pada Minggu (6/9) pukul 04.00 WIB, BMKG mengidentifikasi dua klaster sebaran abu vulkanik. Klaster pertama bergerak ke arah timur laut hingga selatan dan terpantau mencakup sebagian wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, serta perairan di sekitarnya hingga ketinggian sekitar 20.000 kaki.

Sementara itu, klaster kedua bergerak ke arah barat daya hingga barat laut dengan sebaran abu dari permukaan hingga ketinggian sekitar 50.000 kaki. Jalur sebaran tersebut meliputi sebagian Banten, Lampung, Bengkulu, Selat Sunda bagian selatan, serta Samudra Hindia di sebelah barat Bengkulu, Lampung, dan Banten.

Masyarakat di wilayah terdampak maupun yang berpotensi terdampak diimbau tetap mengikuti informasi resmi dan meningkatkan kewaspadaan terhadap perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau. [nfa]

Penulis

What's your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *