Nasional

Revitalisasi Sekolah Tahan Gempa, Langkah Perlindungan Murid Flores dari Trauma Bencana

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, dalam kunjungan kerjanya ke Kabupaten Nagekeo/Kemendikdasmen

Desanesia – Setelah gempa mengguncang Kabupaten Nagekeo dan Ngada, ribuan siswa tidak hanya mengalami kerugian materi, tetapi juga beban psikis yang berat. Untuk melindungi kesejahteraan fisik dan mental siswa, Kemendikdasmen menetapkan revitalisasi sekolah dengan standar ketahanan gempa sebagai prioritas utama. Langkah ini merupakan upaya komprehensif memastikan murid dapat belajar dalam lingkungan yang aman dan terbebas dari trauma bencana alam.

Kepala SDK Rowa, Agustina Kabha Gempa bumi yang melanda Flores tidak hanya meninggalkan kerusakan fisik pada infrastruktur sekolah, tetapi juga meninggalkan luka emosional yang mendalam bagi ribuan siswa.

“Terima kasih kepada Pak Presiden dan Pak Menteri, yang akan membangun kembali sekolah kami. Kami berharap struktur bangunannya nanti tahan gempa sehingga murid tidak lagi trauma dan belajar dengan nyaman,” ujarnya.

Lingkungan pembelajaran yang aman dan stabil sangat penting untuk perkembangan psikologis anak. Sekolah dengan infrastruktur yang rusak dan terancam tidak hanya meningkatkan risiko cedera fisik, tetapi juga menciptakan lingkungan yang penuh kekhawatiran bagi siswa.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti memastikan bahwa sekolah-sekolah di Kabupaten Nagekeo dan Ngada dibangun dengan standar konstruksi yang tahan gempa dan memenuhi standar keselamatan internasional.

“Kami memberikan bantuan prioritas untuk sekolah-sekolah yang terdampak untuk mendapatkan revitalisasi tahun 2026,” ujar Abdul Mu’ti, dalam kunjungan kerjanya ke Kabupaten Nagekeo pada, Senin, (24/8).

Selain itu, Kemendikdasmen juga menyediakan bantuan logistik awal untuk memenuhi kebutuhan mendesak siswa dan tenaga pendidik. Bantuan berupa 9.400 buku nonteks, 495 school kit, 30 family kit, 1.000 kaos, dan 1.650 paket makanan disalurkan untuk memastikan siswa tetap dapat belajar dan memenuhi kebutuhan dasar mereka, serta dukungan finansial berupa voucher tunai sebesar Rp860 juta untuk 61 sekolah terdampak.

Program revitalisasi sekolah tahan gempa bukan hanya tentang perbaikan infrastruktur, tetapi tentang membangun kembali kepercayaan dan rasa aman anak-anak terhadap sekolah sebagai institusi pelindung.

Dengan sekolah yang tahan gempa, murid dapat secara bertahap mengatasi trauma bencana dan kembali menjalani proses pembelajaran normal tanpa diselimuti ketakutan akan bencana yang mungkin terulang.

Revitalisasi sekolah tahan gempa di Flores merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah dalam melindungi kesejahteraan fisik dan psikis siswa. Dengan infrastruktur yang tahan gempa, ribuan murid Flores dapat kembali belajar tanpa trauma dan membangun masa depan yang lebih cerah.

Penulis

What's your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *