Opini

Jelang Muktamar ke-35 NU, Muncul 10 Nama Calon Ketum PBNU

Direktur Eksekutif Jaringan Muslim Madani (JMM) Syukron Jamal/Dok.Pribadi

Desanesia – Menjelang acara Muktamar ke-35 NU di Jombang, Jawa Timur, bursa calon Ketua Umum PBNU mulai ramai dibicarakan. Munculnya banyak nama calon pemimpin ini dinilai sebagai hal yang sangat baik dan wajar.

Dilansir dari mui.or.id, terdapat sejumlah nama yang berpotensi menjadi nahkoda PBNU periode 2026-2031:

  1. Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf (petahana)
  2. Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin)
  3. Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia Cirebon, KH Imam Jazuli
  4. Pengasuh Pondok Pesantren Tegalrejo KH Muhammad Yusuf Chudlori (Gus Yusuf)
  5. Pengasuh Pondok Pesantren Cendekia Amanah KH M Cholil Nafis
  6. Ketua PWNU Jawa Tengah, KH Abdul Ghaffar Rozin
  7. Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) periode 2005-2007, Hery Haryanto Azumi (Gus Hery)
  8. Pengasuh Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar, Jombang, KH Abdussalam Shohib (Gus Salam)
  9. Wakil Ketua Umum MUI KH Marsudi Syuhud
  10. Menteri Agama RI, KH Nasaruddin Umar

Direktur Eksekutif Jaringan Muslim Madani (JMM), Syukron Jamal, mengatakan bahwa banyaknya calon menunjukkan organisasi Nahdlatul Ummah (NU) sedang mengalami proses regenerasi yang sehat. Ada banyak pilihan tokoh berkualitas yang siap memajukan organisasi.

“Saya melihat bursa calon Ketua Umum PBNU pada Muktamar ke-35 NU sebagai sesuatu yang sangat positif. Ini menunjukkan bahwa NU sedang mengalami proses regenerasi dan kontestasi gagasan yang nyata,” ujar Syukron Jamal, Senin (24/8). 

Para tokoh yang muncul saat ini berasal dari berbagai latar belakang, di antaranya: Pengurus organisasi yang berpengalaman, Kiai dan ulama dari pesantren, Akademisi atau ahli, Tokoh nasional serta perwakilan anak muda NU.

Syukron mengingatkan agar warga NU tidak hanya fokus pada siapa yang menang atau kalah. Yang jauh lebih penting adalah mencari pemimpin yang benar-benar bisa membawa NU menghadapi tantangan zaman.

Selain itu, ajang pemilihan ini juga diharapkan bersih dari politik uang agar marwah para ulama tetap terjaga dengan baik.

Penulis

What's your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *