Nasional

Investasi Swasta di IKN Capai Rp74,54 Triliun, OIKN Catat 67 Investor

IKN Nusantara/ANTARA

Desanesia– Aktivitas investasi di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, terus menunjukkan perkembangan. Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) mencatat komitmen realisasi investasi swasta mencapai Rp74,54 triliun hingga 7 Agustus 2026.

Investasi tersebut berasal dari 67 investor, baik dari dalam maupun luar negeri. Kepala OIKN Basuki Hadimuljono mengatakan investasi swasta menjadi salah satu dari empat skema pembiayaan pembangunan IKN, bersama APBN, kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU), serta hibah.

“Kalau tentang keberlanjutan IKN, bagi kami sebagai Otorita tetap melaksanakan tugas sesuai yang diberikan. Untuk financing sekarang ini ada empat skema, APBN, KPBU, investasi swasta dan hibah. Semuanya berjalan dan investasi swasta ini cukup menggembirakan karena mulai banyak investor masuk,” ujar Basuki kepada wartawan di IKN, dikutip dari VOI, Sabtu (15/8).

Salah satu investor yang mulai merealisasikan proyeknya adalah PT Star Bright International Investment asal China. Perusahaan tersebut menyiapkan investasi sekitar Rp1,25 triliun untuk membangun empat tower apartemen di kawasan IKN.

Basuki menyebut perkembangan proyek tersebut cukup positif. Bahkan, lebih dari 100 unit apartemen yang dikembangkan perusahaan tersebut telah dipesan.

“Investasi swasta ini menggembirakan, salah satunya PT Star Bright International Investment dari China (membangun) empat tower itu, sekarang sudah dipesan orang apartemennya, lebih dari 100 apartemen. Ini mengejutkan,” ucapnya.

Selain investor China, OIKN mencatat adanya investor asal Korea Selatan dengan nilai investasi sekitar Rp2,5 triliun. Sementara itu, Lion Group berencana membangun pusat pelatihan sekaligus fasilitas maintenance, repair and overhaul (MRO) di sekitar Bandara IKN.

Lion Group telah menyiapkan lahan sekitar 30 hektare untuk fasilitas tersebut. Rencana itu berkembang setelah perusahaan melihat potensi Bandara IKN dalam mendukung aktivitas penerbangan dan pemeliharaan pesawat.

“Lion Group awalnya ingin membuat training center. Setelah melihat potensinya, mereka juga ingin membangun MRO sekitar 30 hektare. Kami sudah menghubungkan dengan Badan Bank Tanah karena lahan di sekitar bandara dikuasai Bank Tanah,” terang Basuki.

Menurut Basuki, Bandara IKN memiliki landasan pacu sepanjang sekitar tiga kilometer dengan lebar 45 meter sehingga berpotensi mendukung operasional pesawat berbadan lebar. OIKN juga mendorong pemanfaatan bandara tersebut untuk penerbangan komersial, termasuk sebagai embarkasi haji dan umrah.

Namun, rencana itu masih menunggu perubahan status Bandara IKN dari bandara khusus menjadi bandara komersial melalui Peraturan Presiden (Perpres).

Di sektor properti, pengusaha Siswono Yudo Husodo juga telah menyatakan komitmen mengembangkan kawasan hunian seluas 139 hektare di belakang kawasan Istana Presiden. Kawasan tersebut direncanakan terintegrasi dengan pembangunan lapangan golf.

Sejumlah investor lain turut menyiapkan proyek untuk memperkuat ekosistem perkotaan IKN. Taman Safari tengah menyiapkan desain proyek, sementara Indobox yang bergerak di sektor sinema dan kuliner telah memperoleh lahan dan ditargetkan mulai beroperasi pada November mendatang.

Plataran juga telah memulai land clearing untuk pembangunan restoran di sekitar Sumbu Barat IKN. Selain itu, terdapat rencana pembangunan restoran Sederhana.

Basuki mengatakan masuknya sejumlah investor menunjukkan ekosistem ekonomi IKN mulai terbentuk secara bertahap. OIKN pun berupaya mempercepat realisasi investasi dengan memberikan dukungan fasilitas bagi para investor dan tenaga kerja.

“Investor yang sudah masuk kami bantu supaya bisa lebih cepat membangun. Ada investor dari Korea Selatan, Star Bright dari China dan Citadel dari Malaysia. Sebagian tenaga kerja mereka sudah berada di IKN dan kami siapkan fasilitas agar proses pembangunan investasinya bisa lebih cepat,” tutur Basuki.

Selain investasi swasta, OIKN mencatat nilai proyek pembangunan melalui skema KPBU telah mencapai Rp134,22 triliun hingga 7 Agustus 2026. Kondisi tersebut menunjukkan pembangunan IKN terus didorong melalui kombinasi berbagai sumber pembiayaan. [nfa]

Penulis

What's your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *