Kunjungi Museum Marsinah di Nganjuk, Presiden Prabowo Saksikan Sejarah Perjuangan Buruh

Desanesia – Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan kehormatan ke Museum Marsinah yang terletak di Desa Nglundo, Nganjuk, Jawa Timur, pada Jumat (16/5).
Dalam kunjungan tersebut, Presiden diajak untuk melihat langsung berbagai barang peninggalan bersejarah milik almarhumah Ibu Marsinah, sang tokoh pejuang buruh Indonesia.
Saat berkeliling, Presiden Prabowo didampingi langsung oleh Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea.
Kepada Presiden, Andi menjelaskan bahwa pembangunan museum ini lahir dari inisiatif murni gerakan buruh tanpa menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Terima kasih pak, atas nama buruh Indonesia, KSPSI AGN punya inisiasi membangun museum ini tanpa APBN pak. Jadi iuran buruh bersama Ketua Dewan Penasihat kami, Pak Kapoli, Pak Fauzi, dan keluarga besar Ibu Marsinah, ” ujar Andi dalam keterangannya yang diunggah melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden.
Museum ini berhasil diselesaikan dalam waktu yang relatif singkat hanya dalam 4 bulan. Fasilitas ini sengaja disediakan sebagai ruang edukasi sekaligus penghormatan bagi masyarakat luas.
“Kita bangun hanya dalam 4 bukan bapak, kita bangun museum sekaligus ada rumah singgah pak, untuk peziarah dan kita gratiskan”, ujarnya.
Selama memutari area museum, Presiden Prabowo mendengarkan dengan seksama penjelasan sejarah mengenai barang-barang peninggalan Ibu Marsinah.
Koleksi yang dipamerkan meliputi pakaian terakhir yang dikenakan almarhumah, kendaraan roda dua miliknya, hingga foto-foto masa kecilnya.
Selain barang pribadi, museum ini juga memajang Piagam Pahlawan Nasional Ibu Marsinah yang dianugerahkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto pada (1/3/2025) lalu. Langkah ini menjadi bentuk pengakuan resmi negara atas dedikasi luar biasa Marsinah bagi dunia ketenagakerjaan.
Pengunjung museum juga dapat menyaksikan dokumentasi video peresmian Museum Marsinah. Prosesi peresmian tersebut sebelumnya telah dilaksanakan bertepatan dengan momentum Hari Buruh Internasional (May Day) di Monas pada (1/5/2026).








