Nasional

Kualitas Hidup Bisa Menurun akibat Obesitas, Bukan Hanya Masalah Fisik

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Guanadi Sadikin/Ist

Desanesia– Obesitas tidak lagi dapat dipandang sekadar persoalan penampilan, melainkan kondisi kesehatan serius yang meningkatkan risiko berbagai penyakit tidak menular, seperti diabetes, hipertensi, penyakit jantung, hingga stroke.

Sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan obesitas sejak dini melalui penerapan pola hidup sehat, Kementerian Kesehatan RI menggelar kegiatan Obesity Disease Awareness Event: Harapan yang Meringankan di Aula Siwabessy, Gedung Prof. Dr. Sujudi, Jakarta, Kamis (7/5).

Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, sekitar satu dari empat orang dewasa di Indonesia atau sebesar 23,4 persen hidup dengan obesitas. Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun 2018 yang tercatat sebesar 21,3 persen.

Peningkatan prevalensi ini menunjukkan bahwa obesitas menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang perlu mendapat perhatian serius, mengingat penyebabnya dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari biologis, lingkungan, hingga genetik, sehingga memerlukan penanganan yang komprehensif dan berkelanjutan.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa obesitas bukan hanya persoalan penampilan, tetapi juga berkaitan dengan risiko penyakit tidak menular yang dapat menurunkan kualitas hidup masyarakat.

“Kalau kita ingin hidup lebih sehat dan lebih panjang umur, maka kita harus mulai menjaga pola makan, menjaga berat badan, dan rutin berolahraga. Kesehatan itu bukan hanya urusan rumah sakit atau program pemerintah, tapi harus menjadi gerakan hidup sehat yang dimiliki setiap individu,” ujar Menkes Budi.

Ia menambahkan, pemerintah fokus menangani obesitas melalui edukasi dan perubahan perilaku masyarakat, salah satunya dengan menghadirkan pelabelan nutrisi pada makanan dan minuman agar masyarakat lebih mudah memilih konsumsi yang sehat.

“Kita ingin masyarakat lebih sadar terhadap apa yang mereka konsumsi. Informasi gizi harus dibuat sederhana dan mudah dimengerti sehingga masyarakat bisa memilih makanan dan minuman yang lebih sehat,” lanjutnya.

Selain menjaga pola makan sehat, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin juga menekankan pentingnya aktivitas fisik dalam kehidupan sehari-hari. Ia menilai olahraga perlu dibiasakan agar menjadi budaya sekaligus tren positif di tengah masyarakat.

“Kita harus menjadikan olahraga sebagai movement. Mau lari, jalan kaki, badminton, padel apa saja yang penting bergerak dan dilakukan rutin,” kata Menkes.

Duta Besar Denmark untuk Indonesia Sten Frimodt Nielsen menyatakan bahwa obesitas merupakan tantangan kesehatan global yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor dengan pendekatan yang inklusif dan bebas stigma.

“Obesitas merupakan kondisi kesehatan yang kompleks dan dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari gaya hidup, lingkungan, pendidikan, hingga akses terhadap layanan kesehatan. Penanganan obesitas membutuhkan upaya bersama dari pemerintah, tenaga kesehatan, industri, dan masyarakat,” ujar Duta Besar Denmark Sten Frimodt.

Ia juga menekankan pentingnya pencegahan dan langkah sederhana sehari-hari untuk menciptakan dampak kesehatan jangka panjang.

“Perubahan kecil dalam kebiasaan sehari-hari serta penerapan pola hidup yang lebih sehat dapat memberikan dampak besar bagi kesehatan dalam jangka panjang,” tambahnya.

Kerja sama Indonesia dan Denmark di bidang kesehatan terus diperkuat melalui kolaborasi Kementerian Kesehatan RI dan Novo Nordisk dalam mendukung pencegahan obesitas dan diabetes melalui edukasi, inovasi, serta promosi gaya hidup sehat.

Melalui kegiatan ini, Kementerian Kesehatan berharap kesadaran masyarakat terhadap bahaya obesitas semakin meningkat. Acara juga diisi dengan edukasi, konsultasi, dan pemeriksaan kesehatan bagi peserta. [nfa]

Penulis

What's your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *